Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

PI FIP bangkit dengan pelatihan jurnalistik


Sabtu (2/12) Pusat Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan (PI-FIP) mengadakan sebuah pelatihan jurnalistik yang bertempat di Ruang sidang lantai 2 gedung O1 fakultas ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya. Pelatihan ini diadakan dengan tujuan agar anggota PI-FIP semakin kritis dan dapat menulis karya yang baik. Pelatihan yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wib ini dihadiri 19 orang baik itu dari anggota lama maupun anggota baru PI-FIP. Selain itu, pelatihan ini juga dihadiri beberapa dosen yang menjadi anggota redaksi PIF dan beberapa narasumber untuk mengisi materi jurnalistik.
 Dibuka oleh Drs Heru Siswanto M.Si, pelatihan ini berjalan cukup tertib. Materi pertama diberikan oleh Henri Nur Cahyo, seorang penulis buku sekaligus wartawan freeline yang menjelaskan tentang artikel dan features (paparan, red.). Beliau menjelaskan perbedaan antara artikel, berita dan features, lalu menjelaskan bagaimana menulis judul dan awalan berita (lead) yang baik. Setelah 2 jam materi di berikan, peserta diberi waktu 1 jam untuk ishoma (istirahat,sholat, dan makan).
Selanjutnya materi tentang dasar-dasar jurnalistik dan teknik menulis berita disampaikan oleh Yuswanto S.Pd seorang wartawan sekaligus tenaga pendidik di Sekolah menengah akhir. Materi yang disampaikan cukup singkat dan jelas tapi mudah dipahami oleh peserta pelatihan. Setelah materi kedua ini, Minggu (2/12) materi ketiga yaitu materi fotografi jurnalistik disampaikan oleh Prayugi Waluyo, kepala biro koran Metro Jatim. Prayugi memaparkan tentang jenis-jenis foto, bagian-bagian kamera DSLR, dan teknik-teknik bagaimana mengambil foto yang baik terutama untuk foto jurnalistik yang bisa disebut foto dokumenter suatu peristiwa.
Pelatihan ini berakhir sekitar pukul 15.00 WIB, ditutup kembali oleh Drs Heru Siswanto, M.Si. “Saya berharap, jika kita terbiasa menulis, hal ini akan memudahkan anda untuk menghadapi skripsi ataupun jurnal ilmiah” tuturnya. Selain itu pimpinan redaksi balewarta (majalah keluaran PI-FIP, red.) ini juga berharap PI-FIP bangkit dan berkarya lebih baik lagi. (rasti)

Minggu, 04 November 2012

Aktif, kreatif, dan kritis dalam kuliah umum bersama Dr. Arundati Shinta, MA


Sabtu, 13 oktober 2012
 Mungkin yang kita pikirkan saat pertama kali mendengar kata ‘kuliah umum’ adalah sebuah kegiatan perkuliahan membosankan dengan berbagai materi yang yang membuat pikiran kita jenuh. Tapi berbeda dengan kuliah umum yang satu ini. Kuliah yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menghadirkan sosok inspiratif yang luar biasa. Adalah Dr.Arundati Shinta, MA seorang staf pengajar di Universitas Proklamasi Yogyakarta dan konselor di berbagai radio yang bertindak sebagai narasumber menjadikan kuliah umum ini semakin menarik. Dihadiri oleh mahasiswa prodi psikologi dari berbagai angkatan, kuliah umum ini mengambil tema “Mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja.”  Kuliah umum yang di moderatori oleh Bu Nur  Hayati, S.Psi, MA ini berlangsung di Auditorium PLS gedung O1 FIP Universitas Negeri Surabaya kampus Lidah Wetan.
            Berbagai materi tentang pengangguran dan persiapan karir disampaikan secara singkat dan cukup mudah dipahami mahasiswa. Beliau berkali-kali menekankan “Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula kemungkinannya menganggur.” Hal ini terjadi karena berbagai faktor, baik itu ekternal ataupun internal individu. Salah satu faktor internal individu yang berpengaruh besar adalah adanya sikap terlalu pemilih pekerjaan, yang menyebabkan seseorang terlalu lama menganggur.
            Berbagai pertanyaan dilontarkan beberapa mahasiswa psikologi, baik itu dari angkatan, 2012, 2011, 2010, atau bahkan dari 2009 ikut berpartisipasi dalam diskusi ini. Cara penyampaian berita yang menyenangkan membuat mahasiswa psikologi cenderung aktif dan kritis terhadap masalah yang sedang dalam bahasan. Antusiasme mahasiswa tidak berhenti sampai disitu, di akhir acara Bu Shinta memberikan game-game kecil yang mengasah otak mahasiswa. Banyak diantara mereka yang maju ke depan untuk mengikuti game yang di berikan bu Shinta. Sebelum acara di tutup, bu Shinta juga memberikan reward bagi mahasiswa yang aktif dan kritis saat penyampaian materi ataupun game.